Selasa, 04 Agustus 2015

BERITA

Add captionDEMI IYAI
Majalah selangkah nabire .Salah satu  mahasiswa dari organisasi anggota ditome menilai kabupaten nabire bahwa ,pemerintah  kabupaten nabire tidak sesuai dengan prosedur pemimpinan yang ada .maka pada saat  ini, saya sampaikan bahwa, pemerintah  kabupaten nabire jangan bangun tidur boneka  saja .tetapi  kalau benar –benar  pemerintah,  bagimana  cara supaya memakai pemikiran yang positif  di kabupaten nabire dan melaksanakan harus terapkan  kepada  tugas  wewenang yang  ada . maka saya menilai bahwa pemerintah kabupaten nabire tidak terapkan  kepada  membangun  sumber daya manusia,dan teruma  mahasiswa seasal nabire pesisir maupun gunung tidak perna lulus program affimasi dan IPDN karna PEMERINTAH tidak pernah  melihat maaf yang baik lulus dari SMA . oleh Karena itu ,saya tekankan sampaikan bahwa, pemerintah kabupaten  nabire harus melihat dibandingka dengan kabupaten lain,karna kabupaten lain dimana saja ada kota studi  atau provinsi disitu ada asrama dan kontrakan  tetapi dari kabupaten nabire asrama maupun kontrakan  tidak ada sama sekali kota studi lain.kalau  masalah soal  beasiswa  kabupaten nabire,,demi iyai menjelaskan bahwa ,kabupaten lain dari mahasiswa perseorang mereka dapat tiap tahun beasiswa Rp 6.000 (enam juta)tetapi dari kabupaten nabire  beasiswa selama ini kemanakan ….?tanya demi iyai.
Masalah soal beasiswa kabupaten nabire silfester iyai menjelaskan bahwa,kawan –kawan dari mahasiswa kabupaten lain   sudah ambil beasiswa bulan  juni  tahun 2015  perorang  dapat Rp 6.000 (enem juta  ) tetapi dari kabupaten nabire tidak ada informasi  dana beasiswa 2015 itu kemanakan....KATA DIA jelas.
Demi iyai mahasiswa dari listrik dipa menjelaskan, pembanguan fisik maupun non fisik tidak nampak. "Apalagi pelayanan birokrasi saja, tidak berjalan efektif," jelasnya. "nabire  tampak seperti kecamatan, lsejauh ini pemerintah kabupaten nabire  kerja apa saja?" tanya demi            iyai.
Demi  iyai juga menduga ada penyelewengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah   (APBD) nabire            selama    ini   berjalan.

Ketua asrama nabire kamkei kota Studi jayapura, kosmas iyai, pendapat sama dengan demi  iyai . menilai bahwa, pemrintah  Kabupaten nabire lemah  dalam kontrol pembangunan maupun sumber daya manusia selama ini. Pada hal kabupaten nabire papua adalah otonomi khusus terutama kabupaten nabire ,karna kami  dari mahasiswa  seasal DIPA, MENOU, SIRIWO TOPO, IYARO, MAUPUN PESISIR tes program affirmasi  atau UP4b dan IPDN  kami  tes tetapi tidak pernah lulus ,karna pemerintah kabupaten  nabire  tidak pernah melihat dengan putra daerah  asli dari kabupaten nabire .maka pemerintah kabupaten nabire melaksanakan  pemimpinan  prosedur yang ada, maka saat ini demi iyai mau ingin berpendidikan lanjut kuliah tetapi orang tua tidak mampu biaya kuliah akhirnya demi iyai kecewa dan gagal kuliah.karna itu bukan, kesalahan dari orang tua tetapi kesalahan dari pemerintah kabupaten nabire.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar